Karburator

Karburator

adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator masih digunakan dalam mesin kecil dan dalam mobil tua atau khusus seperti yang dirancang untuk balap mobil stok. Kebanyakan mobil yang diproduksi pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi bahan bakar elektronik terkomputerisasi. Mayoritas sepeda motor masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah, namun pada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar.Sejarah dan Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Karburator pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama János Csonka dan Donát Bánki juga mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen menggunakan karburator pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam (internal combution). Tidak puas dengan hasil akhir yang didapat, terutama karena kecilnya tenaga yang dihasilkan, mereka membangun ulang mesin tersebut, kali ini mereka menggunakan dua silinder horisontal dan juga mendisain ulang karburator mereka. Kali ini mobil mereka mampu menyelesaikan tur sepanjang 1.000 mil (1600 km) pada tahun 1900. Hal ini merupakan langkah maju penggunaan karburator dalam bidang otomotif


Karburator umum digunakan untuk mobil berhahan bakar bensin sampai akhir 1980-an. Setelah banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan karburator mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah terintegrasi dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar. Ä¿Ä¿ sebagai alat pendengar

Desain[sunting | sunting sumber]
Karburator dapat dikelompokan menurut arah aliran udara, barel dan tipe venturi. Tiap-tiap karburator mengkombinasikan ketiganya dalam desainnya.

Arah aliran udara[sunting | sunting sumber]
Aliran turun (downdraft), udara masuk dari bagian atas karburator lalu keluar melalui bagian bawah karburator.
Aliran datar (sidedraft), udara masuk dari sisi samping dan mengalir dengan arah mendatar lalu keluar lewat sisi sebelahnya.
Aliran naik (updraft), kebalikan dari aliran turun, udara masuk dari bawah lalu keluar melalui bagian atas.Barel adalah saluran udara yang di dalamnya terdapat venturi.

Single barel, hanya memiliki satu barel. Umumnya digunakan pada sepeda motor atau mobil dengan kapasitas mesin kecil. Pada tipe ini semua kebutuhan bahan bakar pada berbagai putaran mesin dilayani oleh satu barel. Pada putaran mesin rendah, diameter venturi yang cenderung lebih besar dari tipe multi barel akan lebih lambat menghasilkan tenaga.
Multi barel, memimiliki lebih dari satu barel (umumnya dua atau empat barel), untuk memenuhi kebutuhan akan aliran udara yang lebih besar terutama untuk mesin dengan kapasitas mesin yang besar. Kecepatan aliran maksimal pada venturi karburator multi barel lebih kecil sehingga kerugian gesekannya pun lebih kecil.
Venturi[sunting | sunting sumber]
Venturi Tetap, pada tipe ini ukuran venturi selalu tetap. Pedal gas mengatur katup udara yang menentukan besarnya aliran udara yang melewati venturi sehigga menentukan besarnya tekanan untuk menarik bahan bakar.
Venturi bergerak, pada tipe ini pedal gas mengatur besarnya venturi dengan menggunakan piston yang dapat naik-turun sehingga membentuk celah venturi yang dapat berubah-ubah. Naik-turunnya piston venturi ini disertai dengan naik-turunnya needle jet yang mengatur besarnya bahan bakar yang dapat tertarik serta dengan aliran udara. Tipe ini disebut juga "tekanan tetap" karena tekanan udara sebelum memasuki venturi selalu samaPada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya. Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.

Kebanyakan mesin berkarburator hanya memiliki satu buah karburator, namun ada pula yang menggunakan satu karburator untuk tiap silinder yang dimiliki. Bahkan sempat menjadi trend modifikasi sepeda motor di Indonesia penggunaan multi-carbu (banyak karburator) namun biasanya hal ini hanya digunakan sebagai hiasan saja tanpa ada fungsi teknisnya. Mesin-mesin generasi awal menggunakan karburator aliran ke atas (updraft), dimana udara masuk melalui bagian bawah karburator lalu keluar melalui bagian atas. Keuntungan desain ini adalah dapat menghindari terjadinya mesin banjir, karena kelebihan bahan bakar cair akan langsung tumpah keluar karburator dan tidak sampai masuk kedalam intake manifold; keuntungan lainnya adalah bagian bawah karburator dapat disambungkan dengan saluran oli supaya ada sedikit oli yang ikut kedalam aliran udara dan digunakan untuk membasuh filter udara; namun dengan menggunakan filter udara berbahan kertas pembasuhan menggunakan oli ini sudah tidak diperlukan lagi sekarang ini.

Mulai akhir 1930-an, karburator aliran ke bawah (downdraft) dan aliran kesamping (sidedraft) mulai popouler digunakan untuk otomotif.Pada setiap saat beroperasinya, karburator harus mampu:

Mengatur besarnya aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar
Menyalurkan bahan bakar dengan jumlah yang tepat sesuai dengan aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar sehingga rasio bahan bakar/udara tetap terjaga.
Mencampur airan udara dan bahan bakar dengan rata dan sempurna
Hal di atas akan mudah dilakukan jika saja bensin dan udara adalah fluida ideal; tetapi kenyataannya dengan sifat alami mereka, yaitu adanya viskositas, gaya gesek fluida, inersia fluida, dan sebagainya karburator menjadi sangat kompleks dalam mengatasi keadaan tidak ideal ini. Juga karburator harus tetap mampu memproduksi campuran bensin/udara yang tepat dalam kondisi apapun, karena karburator harus beroperasi dalam temperatur, tekanan udara, putaran mesin, dan gaya sentrifugal yang sangat beragam. Karburator harus mampu beroperasi dalam keadaan:

Start mesin dalam keadaan dingin
Start dalam keadaan panas
Langsam atau berjalan pada putaran rendah
Akselarasi ketika tiba-tiba membuka gas
Kecepatan tinggi dengan gas terbuka penuh
Kecepatan stabil dengan gas sebagian terbuka dalam jangka waktu yang lama
Karburator modern juga harus mampu menekan jumlah emisi kendaraanKarburator pada dasarnya merupakan pipa terbuka dikedua ujungnya, dalam pipa ini udara bergerak menuju intake manifold menuju kedalam mesin/ruang bakar. Pipa ini berbentuk venturi, yaitu dari satu ujung permukaannya lebar lalu menyempit dibagian tengah kemudian melebar lagi di ujung satunya. Bentuk ini menyebabkan kecepatan aliran udara meningkat ketika melewati bagian yang sempit.

Pada tipe venturi tetap, diujung karburator dilengkapi dengan katup udara berbentuk kupu-kupu yang disebut sebagai throttle valve (katup gas), yaitu semacam cakram yang dapat berputar untuk menutup dan membuka pergerakan aliran udara sehingga dapat mengatur banyaknya campuran udara/bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar.
Banyaknya campuran udara/bahan bakar inilah yang menentukan besar tenaga dan/atau kecepatan gerak mesin. Pedal gas, atau pada sepeda motor, grip gas dihubungkan langsung dengan katup ini melalui kabel. Namun pada tipe venturi bergerak, keberadaan katup ini tidak ditemukan karena yang mengatur besarnya aliran udara/bahan bakar adalah ukuran venturi itu sendiri yang dapat berubah-ubah. Pedal atau grip gas dihubungkan dengan piston yang mengatur celah sempit dalam venturi

Bahan bakar disemburkan kepada aliran udara melalui saluran-saluran kecil yang terdapat dalam ruang sempit dalam venturi. Tekanan rendah dari udara yang bergerak dalam venturi menarik bahan bakar dari mangkuk karburator sehingga bahan bakar ini tersembur dan ikut aliran udara. Saluran-saluran ini disebut jet.Buka gas dari langsamKetika handle gas dibuka sedikit dari posisi tertutup penuh, ada bagian venturi yang memiliki tekanan lebih rendah akibat tertutup katup yang sedang berputar. Pada bagian ini karburator menyediakan jet yang lebih banyak dari bagian lainnya untuk meratakan distribusi bahan bakar dalam aliran udara.Karburator Arus Naik dan Karburator Arus TurunKarburator arus naik adalah Bahan bakar gas ( bensin dan udara ) masuk ke dalam silinder bergerak mulai dari bawah ke atas, gerakan naik ke atas sangat sukar dicapai oleh bensin, sebab bensin mempunyai berat tertentu, maksudnya walaupun bensin dapat bergerak naik, namun akan tetap turun ke bawah. Akibatnya tidak dapat mencapai suatu campuran bahan bakar gas yang sempurna. Sistem karburator arus naik sudah jarang diterapkan pada mesin motor terbaru dan hanya digunakan pada motor tipe lama.
Karburator Arus Turun terdiri dari suatu pipa atau saluran ditengah-tengah dari saluran ada ruangan yang diperkecil dan ruangan ini disebut venturi/pengabut.
Di bagian atas dari pengabut terpasang katup yang disebut katup cuk, pada katup cuk dilengkapi dengan katup kecil yang disebut klep cuk otomatis, dibagian bawah pengabut terdapat klep juga yang disebut klep gas. Katup cuk selama tidak digunakan harus selalu pada posisi terbuka dan keadaan katup gas selalu dalam keadaan posisi tertutup.

Dari saluran pengabut yang berdekatan dilengkapi ruangan bensin, ruangan ini terkenal dengan nama kamar pengapung atau ruangan pengapung. Ruang pengapung berguna untuk bensin dan di dalam ruang pengapung terdapat sebuah pengapung yang selalu bekerja sama dengan jarum pengapung. Jarum pengapung terpasang pada suatu rumah khusus.

Pada pengabut atau di dalam ruangan pengabut terdapat 3 macam pemancar, yaitu: pemancar kompensasi (pemancar udara),, pemancar utama dan pemancar percepatan. Adakalanya pemancar utama disatukan dengan pemancar kompensasi, jadi untuk macam konstruksi ini hanya pada ruangan pengabut terdapat 2 buah pemancar.Campuran antara bensin dengan udara di dalam karburatorAda tiga jenis pencampuran bensin dengan udara pada karburator. Yaitu:

Campuran Normal. Campuran normal memiliki komposisi perbandingan antara bensin dan udara sebesar 1 : 15. (dimana 1 gram bensin dicampur dengan 15 gram udara sesuai teoretis).
Campuran Gemuk / Kaya. Campuran gemuk atau kaya memiliki komposisi perbandingan antara bensin dan udara sebesar 1 : 11.
Campuran Kurus / Miskin. Campuran kurus atau miskin memiliki komposisi perbandingan antara bensin dan udara sebesar 1 : 19.
Tujuan penyetelan karburator adalah untuk mendapatkan campuran yang sesuai atau normal.

Tinggi rendahnya pelampung / float.
Tinggi rendahnya jarum skep / jet needle.
Banyaknya putaran baut udara / air screw.

Thursday, October 13, 2016

cara setting karburator Keihin PE,PJ,FCR & PWK

 

Setting karburator Keihin PE,PJ,FCR & PWKSetting karburator Keihin PE,PJ,FCR & PWK


Saya sempat membaca banyak ulasan tentang cara setting karburator

, nah saya sangat tertarik dengan sebuah pertanyaan 

“Kenapa ya bawahnya enak tapi tengahnya memmble(hihihix)….?” Lantas ada saja jawaban yang langsung memvonis itu pilot jet(PJ) dan setelan angin coba disetel lagi,, hmmm

Ya dengan semangatnya ingin membantu saya apresiasi deh, Cuma yang konyol adalah ketika kita tidak paham/belum paham pengkarbuan malah salah memberi petunjuk, sampai – sampai membangun opini publik bahwa itu sudah pasti pilot jet kekecilan atau bahkan Main jet yang perlu dinaikan.hmm okelah bismilah langsung ke topik Setting Karbu Keihin PE, PJ,FCR& Pwk
Di dalam karbu ada banyak komponen dan semua itu saling berkaitan, nah untuk kesesuaian kita mesti yakin dulu bahwa karbu yang ingin kita setting/ jetting ini benar benar presisi dengan kata lain kita percayakan kepada si produsen karbu itu sendiri, misal : Keihin, mikuni, atau versi sudconya Insyaallah Mantap., klo abal abal ya mesti tekun bongkar pasang klo lg apes, hihi

Oke Simak. Saya coba jelaskan segamblang mungkin nih
Komponen yang akan kita otak atik sesuai urutan nanti ada
istilah yg akan saya gunakan
BB : Bahan Bakar
PJ : Pilot Jet
Mj : Main jet.

Jika masih awam kita harus Latih Feeling dulu gan, gini caranya cari motor yg masih waras dan nyalakan 1 menitan dengerin tuh suara mesinnya lalu coba di cuk, maka RPM/Raungannya akan turun dan mbrrebet kan?

Kenapa bisa begitu ?
, “karena campuran yang awalnya sudah ideal kini berubah akibat tertutupnya aliran udara pada karburator akibat cuk tersebut kemudian ruang bakar menjadi kurang udara sedangkan aliran BB tetap” nah karna perbandingan BB jadi yang lebih banyak itulah disebut keborosan/kebasahan.
Nah klo sudah memahami teknik cuk berarti speedlover sudah paham dong bedanya mesin keborosan dan keiritan. Oke lanjut

1.       Pilot Jet
2.       Main Jet
3.       Jarum Skep
4.       Power Jet J(ika Ada)

  • Pilot Jet  adalah
    spuyer yang mengatur aliran BB pada RPM awal (berguna untuk langsam) dan cara settingnya yang paling mudah. Saat mengganti ukuran pilot jet selalu dikombinasikan dengan setelan angin atau biasa disebut Airscrew(Baut kecil dengan obeng “-“). Caranya : misalkan pada karbu PE 28 Nsr baru kita akan mendapatkan Pilot jet dengan ukuran ‘42’ bawaan karbu, perlu diingat bahwa tiap sepeda motor settingannya tidak pernah sama 100% untuk itu cermati ketika ukuran PJ ’42 dan karbu tersebut telah terpasang silakan sobat nyalakan motor tahan kira kira di 1/8 putaran lalu putar menutup baut airscrew( setelan angin) searah jarum jam nah nanti putaran mesin akan mbrebet / RPM perlahan turun (seperti motor di cuk) dan tahan grip gas jangan sampai mesin mati, kemudian kendurkan Airscrew carilah RPM tertinggi paling dan responsive. Jangkauan antara 1 – 2,5 putaran airscrew dari menutup.
Contoh Kenaikan/ Turun ukuran PJ : 35,’38,’40,’42,’45 dan seterusnya, klo dari 42 turun 1 step maka didapat ukuran ’40.  Begitupun MJ

Troubleshoot/ permasalahan PJ
  1.  jika Baut setelan angin ditutup RPM tidak turun baut setelan Airscrew                           bermasalah/ bisa juga PJ terlalu kecil(kering)
  2.  Bila putaran airscrew lebih dari 2,5 putaran itu tanda bahwa PJ kebesaran, Coba cek warna busi biasanya warna hitam jika keborosan.
  3. Bila Putaran airscrew kurang dari setengah putaran RPM sudah tinggi itu ciri pilot jet kekecilan maka naikan 1step.

Jika sudah paham kita lanjut.
Perhatikan baik baik grafik jetting dibawah dan pahami, semua yang tertulis disini adalah referensi dari buku “Carburetor Tunning Book Of Keihin” ini saya pelajari dari buku tersebut yang bisa di download gratis di situs milik “Keihin” berbahasa inggris.

Airsrew /slow jet : setelan angin dan pilot jet
Straight dia.   : Diameter jarum skep
Clip Position  : Klip jarum skep
Needle Taper : Keruncingan jarum

Setting karburator Keihin PE,PJ,FCR & PWK

Airsrew /slow jet : setelan angin dan pilot jet
Straight dia.   : Diameter jarum skep
Clip Position  : Klip jarum skep
Needle Taper : Keruncingan jarum

  • Main Jet adalah spuyer yang menangani aliran bensin di RPM tinggi mulai dari ¾ putaran grip gas sampai Full throttle, nah ketika kita ingin mencari ukuran MJ yang tepat perlu feeling dan bantuan trik juga speedlover, gini triknya cari tahu dulu ukuran MJ karbu standar motor yang akan kita setting, ukuran pada main jet menandakan besar diameter lubang piranti tersebut
1.       Misalkan : motor Scorpio ukuran MJ standarnya 110, nah kita naikan 5 step. Posisi clip jarum ditengah(std)
Rumusnya :  ukuran Mj 110,112,115,118,120,122 (inget kepresisian ukuran sangat diperlukan, beli dari merk yg jelas)
*selisih dari 110 ke 112 hanya sebesar 0,02mm karena 110 itu adalah 1,1mm sedangkan 112 adalah 1,12mm dan jika dikurangi maka selisihnya 0,02mm
Sehingga didapat Mj 122, pasti ada yang nanya loh knp harus dinaikin 5 step dulu mas? Trus klo naik 4 step/ 10 step boleh engga?

“hmm, jadi gini tujuan dinaikin 5 step supaya kita mendapatkan ukuran MJ yang ketika dipasang nanti menimbulkan gejala keborosan /kebasahan /mbrebet klo 10 step kayanya terlaluuuu klo sekedar motor standar, karna kita berbekal tehnik CUK yang kita pelajari saat setting PJ tadi diharapkan kita sudah mampu merasakan perbedaan setelan karbu yang keborosan itu seperti apa
” gitu speedlover
2.       Lanjut nih dengan MJ 122 lantas pasang MJ –nya di karburator dan pasang kembali di motor,standar 2 nyalakan!
Karna pada grafik diatas MJ memainkan peran di ¾ putaran grip gas – full, artinya cara tesnya geber motor dan mainkan dari ¾ - full grip gasnya, klo keborosan RPM lambat naik dan muncul asap hitam di knalpot disertai suara mbrebet.  Sekarang kita mesti turunkan ukuran MJ 2 step berarti di angka 118, sekarang ganti deh Mj nya dan geber lagi motornya, dan ternyata putarannya seperti ada jeda/ kosong nah itu indikasi Mj terlalu kering, supaya lebih yakin kita mesti cek elektroda busi, yaitu saat motor digeber full matikan mesin dan dijaga grip gas masih di full putaran barulah kita lepas busi tersebut. Jika memang kekecilan kondisi elektroda cenderung putih. Jika memang MJ 118 kekecilan sekarang kita naikan 1 step menjadi 120
Pasang dan geber lagi rasakan sampai tidak ada gejala keiritan dan keborosan, jetting sudah pas jika full throttle tidak timbul asap hitam dan RPM cepat naik juga responsif .perlu diingat kita sedang setting di ¾ sampai full throttle. Ok sekarang settingan bawah dan atas ketemu waktunya kita tes riding, rasakan tarikan motor mulai dari idle(langsam) terus putaran 1/8, 1/4 ,1/2 , 3/4 dan full throttle,
Bawahnya galak, atasnya galak, tengahnya memble (kenceng engga, ngedrop iya) hmm,
Nah kita memang belum melakukan setting di putaran tengah, terkadang adakalanya tanpa diutak atik settingan tengah ini otomatis langsung dapat, tapi kalo belum alias memblele gmn??
Ok Lanjut.

  • Settingan tengah karburator
ini sering dilupakan atau dikesampingkan, tidak sedikit orang yang merasakan akselerasi motor lemah tidak bertenaga lantas langsung memvonis itu ulah main jet, eits itu engga 100% benar, tapi sedikit benar, karna dari grafik diatas bisa kita simpulkan baik itu karburator type PE,PWK,FCR,PJ semuanya untuk putaran tengah itu didominasi oleh part yang namanya jarum skep, dan setelah dicermati grafik diatas sebetulnya jarum skep itu sudah bermain di putaran 1/8 yaitu bagian diameter jarum tersebut (straight dia.) -  posisi clip – dan keruncingan jarum (needle taper).
Settingan tengah ini penting untuk menentukan karakter & akselerasi mesin. Perhatikan gambar diatas baik itu type PE,PWK,FCR semuanya sudah dibantu oleh professor di Keihin Sana, jadi bukan asal tebak karna setiap praktek the best pasti ada teori yang the best pula untuk menuntun praktek tersebut speedlover . Jika diawal kita sudah bermain di PJ dan Mj mari kita bahas

Jarum Skep
Sebelum kita belajar cara setting jarum skep alangkah bijaknya kita kenalan dulu dengan jarum skep
Piranti satu ini tidak jarang sering disepelekan oleh para tuner, padahal jika kita melihat pada grafik keihin diatas terlihat begitu jelas bahwa jarum skep berkontribusi sekitar 80% lebih, cermati table grafik tersebut jelas sekali piranti ini memainkan perannya sejak grip gas diputar 1/8 putaran sampai full throttle(WOT). 
Jadi menurut kalian apa jarum skep hanya memainkan peran di setengah putaran?
Jawabannya adalah lebih dari itu, dahulu sebelum banyaknya type jarum skep yang dijual seperti saat sekarang ini,para tuner yang menginginkan jarum skep yang lebih kurus harus merubahnya dengan cara diamplas, dan jreng motor pun terbang,, eits g semudah itu
Perlu dilakukan beberapa kali riset untuk menemukan kecocokan di mesin motor. Padahal jika kita menelaah sedikit saja kita bisa membayangkan betapa perlunya ketelitian yang digunakan untuk mengamplas bagian jarum tersebut mengingat bahwa main jet saja yg ukurannya 118 naik ke 120 itu hanya memiliki selisih 0,02mm, dan dengan selisih sekecil itu mampu memberikan efek signifikan di mesin. Nah kamu coba dengan cara diamplas?hehe,,, susah mas jika bagian yang diamplas tidak rata bisa berefek rpm naik turun, lagian itukan cara kuno banget . sebetulnya beberapa pabrikan terkenal sudah banyak yang menjual part satu ini seperti keihin misalkan dan produk lokalpun buanyak. Namun  masih banyak tuner yang belum memahami arti kode pada jarum skep, Disini akan saya bahas jarum skep milik keihin yang sudah jelas kredibilitasnya. Jarum skep keihin memiliki kode. Lihat tabel dibawah
Setting karburator Keihin PE,PJ,FCR & PWK

Pada tabel needle jet size ada
 “taper” yang berarti keruncingan / meruncing dengan satuan derajat kemiringan
“length” berarti panjang jarum satuannya‘mm”
“diameter” saya kira tidak perlu dijelaskan.
Oke karna pembahasan mengenai jarum skep ini begitu panjang dan terus terang males ngetiknya,, heheh. Kita singkat aja
Cara setting jarum skep
Pada saat putaran tengah itu memble alias datar datar aja maka pertama kali kita set adalah klip jarum skep, dengan bekal cara membedakan mesin kelebihan bensin atau kekurangan bensin maka akan mempermudah kita melakukan jetting karburator. Sesaat setelah kita menemukan uk main jet dan tes riding motor dirasa memble saat setengah putaran dan dirasa gejalanya keborosan maka coba iritkan klip jarum diposisi 2 step keatas kenapa 2 step supaya kita mudah merasakan perbedaannya (feeling pribadi) ternyata setelah diiritkan 2 step kok berasa gampang bget teriak dan seperti ada jeda itu berarti keiritan sekarang borosin lg klipnya 1 step dan tes riding lg, klo feelingnya kuat g perlu tes riding tinggal geber aja. Nah ketika dirasa putaran tengah sudah mantap berarti jettingnya sudah selesai, alhamdullah
Ehhh mas tapi kok saya kurang puas dengan power di 1/2 putaran sampai full throttle, apa main jetnya perlu di jetting lagi?
Eitss tunggu dulu, diputaran itu alangkah baiknya lihat tabel dulu siapakah yang memainkan peran dan terlihat “needle taper” yaitu keruncingan jarum. nah kita mesti tahu dulu kira kira di puteran ½ sampai ¾ seperti gejala basah (keborosan) atau kering (keiritan). Jika kering cari yang lebih meruncing.
*catatan
Jika putaran idle sampai 1/8 kurang responsive padahal sudah naikin turunin pilot jet maka cari kombinasi jarum dengan diameter yang lebih besar / kecil. Misal kode jarum DGJ dan butuh diameter lebih besar dari itu maka lihat tabel jarum skep diatas dan ketemu kode jarum DGK begitu pula untuk tingkat keruncingan dan panjang jarum, ini berlaku untuk semua karburator Keihin FCR,PE,PJ & PWK.
Nah buat para speedlover pecinta kecepatan yang bingung dan malas klo harus beli macem2 part saya rekomendasikan Toko online “Brilian Store” dengan blognya brilianstore.blogspot.com, setiap kali saya butuh part part motor saya selalu order di brilian store dan tinggal tunggu barangnya datang, sekalipun masih blogspot tapi kredibilitasnya jempol dengan harga yang termasuk kategori murah daripada kita pergi ke toko buat belanja dan belum tentu barang tersebut ada dan harganya pun mahal.
Buat para pembaca saya mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf dan jika ada yang kurang jelas silakan berkomentar yang sopan dan beretika juga berilah kritik yang membangun. Mari kita budayakan berbahasa yang baik untuk mencerminkan kepribadian bangsa kita.
Thxs

    Choose :
  • OR
  • To comment
No comments:
Write comments